Sabtu, 13 Desember 2014

Untukmu Pemilik Tas Ungu


TAS UNGU

Tak perlu kau prihatin kepadaku
Aku takkan menangis lagi hanya karenamu
Karena air mataku telah lama mengering karenamu
Seberapa sering kau menyakiti aku
Sebanyak itu pula tercurah pedih itu
Pemilik tas ungu
Apakah kau dengar jeritku
Apa kau dengar rintihku
Apa kau dengaar bilur bilur lukaku
Apa kau sadar dan mau mengakui ku
Walapun itu terpaksa aku yakin kaupun tahu
Seberapa lama aku setia kepadamu
Walaupun hanya sebatas setia menanti
Menanti apa yang juga tak aku tahu
Menanti apa yang tak aku sadari
Menanti sesuatu yang mungkin takkan terjadi
Aku tiada tanpamu
Aku tak biasa tampamu
Pemilik tas ungu
Aku melewaati hari hari ku dengan bayangmu
Rinaiku terus berjatuhan dan tak sanggup aku bendung
Aku takkan berdoa semoga kau bahagia dengannya
Aku takkan meminta tuhan berikan penggantimu
Aku takkan meminta tuhan untukk mempertemuhkan kita lagi
Entah itu disini, atau dimanapun yang Dia kehendaki
Takkan ku pinta kesempatan untuk memilikimu
Akui hanya akan meminta kepada pemilik cinta dari segala cinta
Untuk membuat mu sedikit sadar bahwa PERnah terlahir seseoreang
Yang selau memujamu
Selalu menjadikan dirimu inspirasinya
Menjadikan dirimu malaikat dalam dirinya
Menjadikan mu simphoni2 indah dlam dawai hidupnya
Menjadikan dirimu layak untuk dicintai
Empat tahun terjalani waktu dengan air mata
Empat tahun pula rasa cinta kepada selainmu terkubur
Mendeskriminasi cinta yang datang
Tembok tembok kokoh ku bangun
dengan kedua tanganku
tangan yang telah terbiasa menggenggam bara
menghalangi sebisah mungkin aku untuk terjatuh
terjatuh kepada cinta selainmu
tapi mengapa, mengapa aku tidak pernah sadar
aku tak pernah terbangun dari anganku
aku telah terbiasa seperti ini
aku telah terbiasa sendiri
aku telah terbiasa menanti
aku telah terbiasa aku telah terbiasa tampamu
tapi hati ini tak terbiasa tampamu
pemilik tas ungu
bangunkan aku jika cerita ini telah usai
sadarkan aku bahwa ini hanya kisah sandiwara
ingatkan aku bahwa kau bukan untukku
pemilik tas ungu
aku masih menantimu
aku masih menunggu mu
dengan sisah sisa nafas yang aku punya
tapi jika nanti aku telah tiada
tolong selipkan aku dan kisahku
selipkan aku walau hanya didalam tas berwarna ungu milikmu
karena aku yakin kau takkan mampu menyelipkan dua hati didalam hatimu

Hilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar